Budidaya Jamur Merang Bisa Raup Rp12 Juta Per Bulan Modal Minim!
Cuan – Budidaya jamur merang disebut sebagai ATM-nya petani pemula karena menawarkan modal rendah dengan perputaran kas sangat cepat.
Berbeda dengan tanaman musiman yang butuh waktu panen lama, jamur merang sudah bisa dipanen hanya dalam 10 sampai 14 hari setelah inokulasi bibit.
Keunggulan utama budidaya jamur merang terletak pada HPP atau harga pokok produksi yang sangat rendah dibanding komoditas pertanian lainnya.
Media tanamnya menggunakan jerami padi yang merupakan limbah pertanian sehingga bisa didapat gratis atau hanya bayar biaya angkut saja.
Jamur merang juga tidak memerlukan pupuk NPK, pestisida, atau sewa lahan karena bisa dibudidayakan di ruang sempit seperti belakang rumah.
Dirangkum dari channel YouTube Ali Maskur Hadi, untuk memproduksi 200-300 kg jamur merang hanya butuh HPP Rp1.200.000 sampai Rp1.700.000 per siklus dengan potensi hasil panen mencapai Rp7.500.000.
Siklus panen jamur merang tercepat di antara semua tanaman konsumsi yaitu hanya 10-14 hari dari proses inokulasi.